Monday , 22 September 2014
You are here: Home » Beternak & Budidaya » Analisa dan Cara Budidaya Belut Super Omzet Puluhan Juta

Analisa dan Cara Budidaya Belut Super Omzet Puluhan Juta

Analisa dan Cara Budidaya Belut Super yang Menjanjikan

Cara Budidaya Belut SuperSuka makan belut? Pengen nggak budidaya belut ??? Simak dulu yang berikut ini. Prabowo asal Jogja telah membudidayakan belut super sejak tahun 2010. Kini, ia fokus menjual bibit belut super seukuran 15 hingga 20 cm. “Karna kalau bibit tiap bulan bisa langsung dijual, sementara kalau tunggu besar itu sampai tiga bulan,” tuturnya. Bekerja sama dengan petani, ia membudidayakan belut di pinggiran sawah.

Omzet dalam sebulannya bisa mencapai 8 jt rupiah. Karena bekerjasama dengan pemilik sawah, laba yang peroleh hanya 20 persen-30 persen. “Jadi saya berbagi dengan pemilik sawah,” tuturnya. Budidaya belut super dewasa ini semakin digemari. Maklum, selain tingginya permintaan pasar, budidaya belut ini juga tak sulit. Herman Susilo, pembudidaya belut super asal Malang, Jawa Timur “hal utama yang mesti diperhatikan adalah pemberian pakan” ujarnya.

Menurut Herman, asupan pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan belut. Ia sarankan agar belut super lebih banyak diberikan pakan alami, misalnya keong, katak, / cacing dari pada pakan buatan. “Pakan alami membantu pertumbuhan lebih cepat,” tambahnya. Dengan pakan alami, belut super dapat lebih cepat dipanen karena pertumbuhanya juga menjadi lebih cepat.

Jika diberi pakan buatan, belut super baru dapat dipanen dalam waktu 6 hingga 7 bulan sejak awal dipelihara. “Tapi dengan pakan alami bisa dipanen tiap 3 hingga 4 bulan,” tuturnya. Kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Karena jika jumlah pakan kurang akibatnya terjadinya kanibalisme antar belut. Untuk itu, Ia menyarankan agar pemberian pakan sebanyak dua kali dalam sehari.

Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan menggunakan bubu bambu di sawah. Herman kolam menggunakan lumpur sebagai medianya. Langkah awal yang harus dilakukan tentu menyiapkan kolam. Kolamnya sendiri tak perlu lebar. Cukup dengan diameter 2 x 5 meter sudah mampu menampung 50 kg bibit belut. ketika panen, bibit sebanyak itu mampu menghasilkan bobot 250 kg.

Setelah kolam jadi, masukkan gedebok pisang & jerami. Kemudian masukkan pupuk kandang agar lebih mempercepat pembusukan gedebok pisang & jerami. “Saat sudah membusuk bisa jadi santapan tambahan belut,” tambahnya. Setelah pakan tambahan siap, lanjutkan dengan pemberian lumpur kering. Lalu masukkan air dengan kedalaman minimal 15 cm. “Proses pembusukan gedebok pisang & jerami terjadi sekitar 2 minggu setelah air masuk,” tuturnya.

Setelah terjadi pembusukan, benih pun siap dimasukkan. Cara lain dalam budidaya belut super adalah memakai bubu yang ditaruh di sawah. Prabowo, pembudidaya belut dari Jogja menggunakan cara ini. “Keunggulan cara ini tak perlu lahan.” tuturnya. Prabowo hanya perlu bekerja sama dengan pemilik sawah. Dalam satu petak sawah, ia biasa menanam 20 sampai 50 bubu sebagai tempat belut bertelur.

Untuk makanan, cukup menaruh cacing di sekitar bubu. Ia pun hanya fokus menjual bibit belut super ukuran 15 cm sampai 20 cm. “Yang penting telaten perhatikan pakan,” tambahnya. Bagi kita yang tinggal dekat perairan seperti sawah atau sungai kecil nampaknya cocok sekali untuk budidaya belut yang menjanjikan ini. Semoga berhasil.

Comments are closed.