Peluang Bisnis Rumahan Modal Kecil Omzet Rp7 Juta/Bulan

15670 views

Peluang Bisnis Rumahan Modal Kecil Ulat Hong Kong Beromzet Hingga Rp7 Juta/Bulan

Siapapun pasti akan merasa jijik dengan yang namanya ulat, namun di saat ulat punya nilai ekonomis tinggi, masihkah kita merasa jijik dengan binatang kecil yang bikin kita geli saat melihatnya ini. Pada kenyataannya memang banyak orang yang jijik dengan binatang ini. Namun siapa yang mengira di tangan warga Desa Bandung Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ulat justru menjadi sumber penghasilan utama mereka.

Peluang bisnis rumahan modal kecil dari ulat Hong Kong di kalangan masyarakat Desa Bandung Kabupaten Jombang ini sudah berjalan hampir sepuluh tahun lamanya. Adalah Baidowi, salah seorang pria berusia 53 tahun yang rela banting setir dari usaha yang telah digelutinya selama puluhan tahun, yakni beternak ikan lele kemudian beternak ulat hongkong.

Pada awalnya, peluang bisnis rumahan dengan modal kecil ini ia pilih karena keuntungan berternak ikan lele yang kian merosot. Baidowi yang melihat tetangganya sukses beternak ulat ini pun tergiur untuk mencobanya. Setelah 6 bulan menekuni usaha ini, Baidowi mengungkapkan bila beternak ulat memang lebih mudah serta relatif jauh dari risiko kematian maupun penyakit.

Dalam mulai beternak ulat Hong Kong ini, Baidowi mengatakan ada beberapa cara yang harus ia tempuh. Sebagai langkah awal, ia harus membeli bibit dengan modal Rp 1 juta-Rp 2 juta maka akan mendapatkan 50 kg indukan (kepik) yang banyak di jual di toko-toko pertanian. Indukan tersebut, lalu ia letakkan pada sebuah tempat berupa ijuk / serabut kelapa. Setelah bertelur lalu menjadi anak ulat, anak ulat tersebut dipisahkan ke dalam wadah tersendiri yang penuh dengan bekatul. Untuk memelihara ulat Hong Kong ini bisa bidilang sangat mudah, setiap hari Baidowi hanya memberi makan ulat-ulatnya dengan polar / serbuk sagu.

Baidowi pada awalnya mempunyai 50 kg indukan, maka setiap 3 hari sekali, Baidowi dapat memanen sedikitnya 25 kg ulat Hong Kong. Karena sudah tenar, maka penjualan pun tak terlalu sulit. Ia mengaku juga tidak sulit, karena setiap hari selalu ada saja pengepul yang datang lalu memborong ulat Hong Kong hasil peternakan warga. Ulat ini, Ia lego dengan harga Rp 25.000 per kilogramnya.

Baidowi menuturkan bahwa kebutuhan masyarakat akan ulat jenis ini memang cukup banyak. Karena, ulat Hong Kong ini kebanyakan digunakan untuk pakan burung atau ikan. Dengan modal awal Rp 1.000.000-Rp 2.000.000, maka dari 50 kg indukan yang dimiliki, Baidowi mampu meraup omzet antara Rp 6.000.000 sampai Rp 7.000.000 per bulan.

Bila kita cermati, bahwa untuk menghasilkan atau menciptakan peluang usaha, maka kita tidak perlu repot-repot ke luar rumah. Dengan menjalankan peluang bisnis rumahan modal kecil, banyak sekali pilihan budidaya hewan konsumsi yang bisa kita kembangkan.

Author: 
    author

    Related Post