Infrastruktur Menuju Tempat Wisata di Nusa tenggara Timur (NTT) Selekasnya Dibenahi

868 views

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nusa tenggara Timur (NTT) Andre Koreh mengaku bahwa pembangunan infrastruktur menuju beberapa tempat wisata andalah di daerah ini masih tetap seret, tetapi pihaknya bakal selekasnya mengatur serta merampungkannya dalam tempo 5-10 th. ke depan.

” Kami sangatlah siap untuk mengatur infrastruktur pendukung seperti jalan serta jembatan ke objek-objek wisata andalan, tetapi seluruhnya itu tergantung pada biaya kita, baik yang bersumber dari APBD ataupun APBN, ” tuturnya pada Pada di Kupang, Selasa.

Ia menyampaikan hal semacam itu berkenaan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bakal memberlakukan visa bebas kunjungan singkat untuk 30 negara, dan usaha pemerintah daerah serta pemangku kebutuhan yang lain untuk mengatur infrastruktur jalan serta jembatan dan higienitas menuju tempat wisata.

Pembenahan infrastruktur ini mutlak dikerjakan, lantaran pemerintah Presiden Joko Widodo bakal jadikan bidang pariwisata juga sebagai ” leading sector ” dalam mendorong pencapaian tujuan perkembangan ekonomi daerah.

Andre mengaku bahwa masih tetap seretnya pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di daerah ini, lantaran minimnya biaya yang didapatkan pemerintah pusat untuk mensupport pembangunan bidang pariwisata.

” Tiap-tiap th., alokasi pembangunan infrastruktur untuk NTT cuma sekitar Rp1, 5 triliun. Walau sebenarnya, yang kita perlukan Rp5 trilun tiap-tiap th. untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur di daerah berbasis kepulauan ini, ” tuturnya.

Ia memberikan dengan minimnya alokasi dana itu, pihaknya selalu berusaha kerjakan infrastruktur yang masuk dalam taraf prioritas, supaya pembangunan infrastruktur di daerah ini dapat pas tujuan.

Untuk memastikan pembangunan infrastruktur masuk dalam taraf prioritas, jadi ada lima azas manfaat yang jadikan arah pengambilan kebijakan, yaitu azas manfaat, azas kwalitas, azas jumlah, azas administrasi serta azas efisiensi.

Dengan mengacu pada ke lima azas itu, Andre berkeyakinan, seluruhnya proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan di Propinsi NTT, betul-betul menyentuh kebutuhan orang-orang.

Disamping itu, Manajer Analis Ekonomi pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur, Petrus Endria Effendhi memberikan pembenahan infrastruktur utama dikerjakan untuk meraih tujuan kepariwisataan dalam periode pendek ataupun periode panjang.

Untuk periode pendek, pembenahan ini terkait dengan kebijakan pemberlakuan visa bebas kunjungan singkat 30 negara serta untuk periode panjang dapat meraih tujuan transaksi seputar Rp240 triliun.

Tersebut pencapaian tujuan pada 2019 yakni index kompetitif kepariwisataan jadi 30 dari mulanya ada pada peringkat ke-70, jumlah wisatawan mancanegara sejumlah 20 juta orang serta jumlah perjalanan wisata domestik sejumlah 275 juta dari 250 juta pada awal mulanya.

” Pada awal mulanya dalam index kompetitif kepariwisataan Indonesia ada pada peringkat 70 dari 140 negara serta dalam tujuan periode panjang diusahakan untuk dinaikan ke peringkat 30, serta salah satu usaha untuk meraih itu butuh dikerjakan dari NTT, ” tuturnya.

Sumber:
http://www.harianterbit.com/2015/read/2015/03/24/23264/20/20/Infrastruktur-Menuju-Objek-Wisata-di-NTT-Segera-Dibenahi

Author: 
    author

    Related Post