Wisata Kuliner Bandung Masuk Kelompok “Gila”

1108 views

GAYA hidup tiap-tiap manusia sangatlah berlainan. Ada yang masuk kelompok “gila” dengan dunia malam, bahkan juga ada pula yang “gila” dengan koleksi bendah-benda yang tengah trend. Nah, tetapi bila anda masuk kelompok hilang ingatan kuliner, kota Bandung adalah salah satu tempat yang pas untuk meluapkan kegilaan itu.

Geliat kuliner satu tahun lebih akhir-akhir ini termasuk juga yang paling besar mulai sejak 10 th. paling akhir. Karena, orang-orang telah kerap lakukan wisata atau jalan-jalan kuliner, cuma untuk menyantap suatu hal yang tengah happening. Atau mencicipi makanan tengah jadi bahan perbincangan.

Bandung, yang sukai dikatakan sebagai ‘kiblat’ kuliner, termasuk juga kota dengan apresiasi yang cukup besar pada dunia icip-icip. Kuliner juga telah jadi trademark Kota Bandung di kelompok wisatawan lokal. Terlebih, dari ibukota.

Wakil Ketua Ikatan Chef Indonesia (ICA) Kota Jakarta juga membetulkan hal semacam itu. Menurutnya, sekarang ini apresiasi orang-orang baik di Kota Bandung maupun di Jakarta pada kuliner telah dalam kelompok ‘gila’. Geliat kuliner di Jakarta tak seramai di Bandung. Lantaran menurutnya, umumnya kuliner yang booming datang dari Bandung.

’’Kalau di Bandung lagi ngetren suatu hal kelak di Jakarta baru nampak kulinernya, ’’ tutur Chef Ute.

Bila dikilas balik, fenomena menggilanya kuliner di Kota Bandung mulai sejak th. 2014, sebagian besar memiliki bahan basic tepung. Seperti, surabi, beragam jenis mi serta bakso, dan yang sekarang ini ada banyak diminati orang-orang. Umpamanya, kue cubit, olahan roti seperti panini, pizza, dan sebagainya.

Tepung terigu yang disebut hasil olahan gandum, mempunyai kelebihan spesial. Salah satunya, karbohidrat yang cukup tinggi, protein, serta dari sisi kepraktisan sangatlah gampang untuk jadikan santapan. Olahan tepung dapat juga ditata untuk jadi makanan yang manis maupun gurih. ’’Lihat saja martabak maupun surabi, ’’ lebih Ute.

Tetapi butuh di ketahui, tepung terigu memiliki kandungan gluten yang dapat menaikan kandungan gula darah. Hingga, tak baik dikonsumsi untuk mereka yang tengah mengatur kandungan gula darahnya. Diluar itu, kandungan karbohidrat dalam tepung juga mesti di proses. Salah satu langkahnya dengan olahraga. Agar tak beralih jadi gula di pada badan.

Menurut Chef Deddy, penasihat ICA, pemahaman orang-orang pada makanan masih tetap rendah. Sekarang ini, orang-orang cuma konsumsi makanan yang mau mereka makan. ’’Padahal, pemahaman sesungguhnya dari konsumsi makanan yaitu konsumsi makanan yang diperlukan oleh badan, ’’ terangnya.

Chef yang telah memiliki pengalaman sepanjang 30 th. itu juga menyayangkan kurangnya peran pemerintah dalam mengatasi dunia kuliner yang ada sekarang ini. Karena, menurutnya kuliner dapat juga menarik wisatawan mancanegara.

’’Kuliner Indonesia kekurangan promosi, jauh sama negara-negara tetangga kita seperti Thailand. Walau sebenarnya, untuk Thailand sendiri kuliner asli dari negaranya adalah salah satu daya tarik untuk wisatawan, ’’ tukasnya.

Author: 
    author

    Related Post